Senin, 15 Desember 2024
Pemerintah Desa Wates melaksanakan Pembinaan Karang Taruna Desa dengan tema Bijak Dalam Bersosial Media pada pukul 20.00 s.d 21.30 WIB bertempat di Balai Desa Wates yang dihadiri sekitar 40 orang undangan terdiri dari Kepala Desa dan seluruh Perangkat Desa Wates, anggota Karang Taruna Desa Wates, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Wates, dengan turut menghadirkan narasumber Bpk. Eko Budiono, SH. MH. (Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Magetan) beserta staff, Bpk. Yanu Hari Wibowo, S.STP. (Camat Panekan), dan Aiptu Suwito (Kanit Binmas Polsek Panekan).
Di awali dengan sambutan pertama sekaligus membuka acara oleh Kepala Desa Wates yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh hadirin atas berkenannya memenuhi undangan Pemerintah Desa, dan beliau juga menambahkan bahwa tujuan dari Pembinaan Karang Taruna Desa ini yaitu mengedukasi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna untuk dapat mengontrol diri dari efek negatif sosial media dan menjadikan sosial media sebagai sarana penunjang kebutuhan informasi dan perekonomian.
Selanjutnya, penyampaian materi pertama oleh Bpk. Eko Budiono, SH., MH. selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Magetan dengan tema Standart Umum Pembuatan Berita Untuk Karang Taruna, kesimpulan materi yang beliau sampaikan antara lain:
A. Berita adalah informasi baru atau laporan terkini mengenai peristiwa faktual, menarik, dan penting yang disajikan kepada publik melalui berbagai media (cetak, siaran, internet) dengan tujuan memberi tahu khalayak luas tentang kejadian yang baru saja terjadi.
B. Pilar Utama Berita yaitu 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di mana, Mengapa, Bagaimana).
a. Judul : Maksimal 10-15 kata Harus memuat inti cerita dan menarik
b. Teras : Ringkasan terpenting Menjawab 4W (apa. siapa, di mana, kapan)
c. Isi : Penjelasan lebih lanjut terkait apa. siapa, di mana, kapan
d. Tambahan : informasi lebih detail Menjawab bagaimana dan mengapa
C. Akurasi dan Verifikasi
a. Fakta, Bukan Opini : Berita harus didasarkan pada fakta yang terjadi. Jangan masukkan pendapat pribadi penulis.
b. Verifikasi Ganda : Sebelum disebarkan, pastikan data seperti tanggal, nama, jumlah anggaran (jika disebutkan), dan lokasi sudah diperiksa ulang.
c. Sumber Jelas : Setiap kutipan atau data harus merujuk pada sumber yang kredibel (Contoh: Kepala Desa, Ketua Panitia, atau Anggaran Resmi)
d. Bahasa Netral : Gunakan bahasa yang objektif, tidak menghakimi, dan menghindari penggunaan kata-kata emosional atau berlebihan.
D. Tidak Wajib Gawai Canggih
a. Komposisi Pastikan dokumentasi foto dan video masuk ke dalam frame (bingkai)
b. Manfaatkan Fitur Fitur Filter, pencahayaan, kontras, flash, zoom dapat digunakan untuk hasil yang maksimal di dalam keterbatasan.
E. Mengabarkan Potensi Desa
a. Pembuatan Berita berdasarkan 5W + 1H, piramida terbalik, serta akurasi dan verifikasi
b. Unggah/Posting di media resmi milik Pemdes, atau organisasi desa (laman, media sosial)
c. Sebarkan/Share sebarkan tautan berita / informasi desa yang telah diunggah ke grup atau teman
Selanjutnya, materi kedua bertemakan Cara Bijak Bermedia Sosial Menjaga Jejak Digital dan Kesehatan Mental di Era Digital yang disampaikan oleh Bpk. Aiptu Suwito selaku Kanit Binmas Polsek Panekan. Adapun kesimpulan materi yang beliau sampaikan secara garis besar mengingatkan kepada seluruh yang hadir agar selalu bijak dalam menggunakan media sosial, karena sanksi berdasarkan UU ITE itu biasanya lebih berat daripada UU Pidana. Tindakan bijak yang dimaksud antara lain:
A. Hindari cyberbullying dengan cara memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.
B. Beri komentar yang membangun, bukan menjatuhkan.
C. Hargai perbedaan pendapat, dan yang di kritik idenya, bukan orangnya.
D. Sebarkan kebaikan dan konten positif.
- Setiap orang yang melakukan perbuatan hukum di ruang digital, termasuk WNI di luar negeri jika berdampak pada kepentingan Indonesia, akan ditindak pinda yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Kemudian, materi ketiga bertemakan Ambil Kembali Atas Gadget Mu yang disampaikan oleh Bpk. Yanu Hari Wibowo, S.STP. selaku Camat Panekan. Adapun ringkasan materi yang beliau sampaikan adalah:
Kejadian Umum Dikalangan Pelajar Dan Mahasiswa
A. Niat cek jam, malah scrolling 30 menit Intentional check turns into long scrolling session
B. Merasa cemas jika HP tertinggal (Nomophobia) Fear of being without phone affects daily life
C. Doomscrolling tanpa tujuan hingga larut malam Endless negative feed that keeps you up late
D. "Hanya satu video lagi... lalu 1 jam berlalu Promose 50 stop quickly often fails
Mengapa Kita Susah Lepas: Jebakan DOPAMIN
Bagaimana notifikasi, reward variabel, dan algoritma menjaga perhatian Anda
A. Sistem Imbalan Otak Like, komen, dan notifikasi terasa seperti hadiah kecil yang memicu perilaku berulang.
B. Algoritma Dirancang untuk menahan perhatian Anda lebih lama dengan menampilkan konten yang memaksimalkan keterlibatan pengguna.
C. Dopamin Hormon kesenangan sesaat yang dilepas saat menerima sinyal sosial, mendorong mencari rangsangan lagi.
D. Slot Machine Effect Kita scroll terus karena tidak tahu konten menarik apa yang akan muncul berikutnya (Variable Reward)
Harga Yang Harus Dibayar: Dampak Kecanduan Medsos
Konsekuensi Mental, Fisik, dan Produktivitas yang Terlihat
A. MENTAL
a. KECEMASAN & DEPRESI perasaan tertekan setelah interaksi online
b. FOMO (Fear of Missing Out) dorongan scroll terus menerus
c. INSECURE merasa tidak aman, kurang percaya diri, cemas, dan ragu terhadap kemampuan diri sendiri
B. FISIK DAN PRODUKTIFITAS
a. Gangguan tidur paparan blue light mengurangi kualitas tidur
b. Menurunnya fokus sulit mengerjakan tugas atau belajar
c. Text Neck Syndrome
Mengenal Apa Itu Text Neck Syndrome
Penyakit yang muncul karena terlalu lama menunduk saat menatap layar smartphone
A. Gejala :
a. Sakit kepala yang sering kambuh ketika menggunakan smartphone Pegal di leher atau punggung bagian atas, terutama saat menggunakan smartphone.
b. Nyeri seperti rasa tertusuk di leher dan bahu
c. Rasa kaku di bagian bahu
d. Memburuknya rasa nyeri saat leher ditekuk
B. Risiko:
a. Degenerasi tulang belakang
b. Nyeri leher dan punggung kronis
Strategi Pemulihan-Sadari dan Evaluasi
Ukur penggunaan, kenali pola, tetapkan target realistis
A. Buka Screen Time atau Digital Wellbeing Akses laporan hari dan minggu. untuk melihat total waktu layar
B. Evaluasi produktivitas waktu Jujur produktifkah waktu itu atau sekadar membuang waktu?
C. Identifikasi aplikasi paling menyita waktu Periksa aplikasi teratas seperti Instagram, TikTok, Twitter, Facebook
Strategi Pemulihan - Ciptakan Friksi
Buat akses lebih sulit untuk memutus kebiasaan scrolling
A. Matikan notifikasi kecuali telepon dan chat penting Kurangi gangguan yang memicu cet otomatis
B. Matikan notifikasi likes dan comments Hentikan umpan balik Instan yang memicu kebiasaan
C. Aktifkan mode grayscale Layar hitam putih membuat konten kurang menarik
D. Hapus shortcut dari home screen Pindahkan aplikasi ke folder yang sulit dijangkau
E. Beli jam weker dan jangan gunakan HP sebagai alarm Hindan scrolling saat bangun tidur
Ganti FOMO dengan JOMO
Substitusi kebiasaan untuk kebahagiaan dan fokus lebih baik.
Joy Of Missing Out (JOMO)
kebahagiaan yang dirasakan saat sengaja memilih untuk tidak ikut dalam suatu aktivitas, terutama yang berhubungan dengan media sosial atau tren populer, karena merasa cukup dengan apa yang dimiliki saat ini
A. Saat bosan, jangan buka HP
a. Olahraga ringan
b. Baca buku fisik
c. Ngobrol dengan orang di sebelah
Fear Of Missing Out (FOMO)
perasaan cemas, atau takut ketinggalan suatu tren, benta, atau pengalaman menarik yang dialami orang lain, terutama yang sering terlihat di media sosial, yang mendorong seseorang untuk selalu ingin ikut serta meski tidak perlu atau tidak sesuai dengan kondisi sendiet
B. Zona Bebas HP
a. Tetapkan aturan (misal: Tidak ada HP di meja makan atau kamar tidur)
Digital Detox : Menerapkan dikehidupan sehari-hari dengan mengurangi penggunaan Gadget.
Kesimpulan: Jadilah TUAN, Bukan HAMBA
Tindakan sederhana untuk memulihkan fokus dan kebahagiaan
A. Audit waktu layar, catat penggunaan, identifikasi pemicu, tetapkan batas waktu
B. Matikan notifikasi, hentikan gangguan agar fokus tidak terusik
Temukan kebahagiaan nyata (JOMO), nikmati Joy of Missing Out hadir di momen offline
Terakhir dari Bhabinkamtibmas Desa Wates, menambahkan terkait Ketertiban berlalu lintas, saat berkendara agar lebih mengutamakan menggunakan safety untuk tujuan keselamatan diri bukan karena takut hukum polisi. Beliau juga menghimbau kepada remaja Desa Wates ketika bermain harus ada batasan waktu, jangan sampai pulang ke rumah hingga larut malam jika tidak ada manfaatnya, serta menghimbau menghindari minuman keras dan rokok.
Demikian kegiatan Pembinanan Karang Taruna Desa berjalan dengan lancar, semoga bermanfaat untuk Karang Taruna Desa Wates.